Breaking News
light_mode
Beranda » News » Lini Kebijakan » KUHP Baru Resmi Berlaku: Antara De-kolonisasi Hukum dan Ancaman Demokrasi

KUHP Baru Resmi Berlaku: Antara De-kolonisasi Hukum dan Ancaman Demokrasi

  • account_circle editor
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

Lini Kini – Indonesia secara resmi memasuki era baru penegakan hukum pidana. Mulai Jumat (2/1/2026), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional resmi diberlakukan, menggantikan KUHP peninggalan kolonial Belanda yang telah digunakan selama lebih dari satu abad. Namun, langkah bersejarah ini justru disambut dengan gelombang kritik dan kekhawatiran dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Pemerintah menyatakan bahwa KUHP baru ini adalah upaya besar untuk memodernisasi hukum pidana sesuai dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan. “Ini adalah tonggak kemandirian hukum kita,” ujar seorang pejabat Kemenkumham. Meski demikian, transisi ini memicu polemik karena sejumlah pasal dianggap “karet” dan berpotensi menjadi alat pembungkaman.

Beberapa klaster pasal dalam KUHP baru ini memicu perdebatan sengit antara pemerintah dan aktivis hak asasi manusia diantaranya,

Pasal Penghinaan Lembaga Negara (Pasal 240-241), Kritik terhadap pemerintah atau lembaga negara kini berisiko dikategorikan sebagai penghinaan dengan ancaman pidana hingga 4 tahun. Meskipun bersifat delik aduan, kritikus khawatir hal ini akan menciptakan chilling effect (rasa takut) bagi warga untuk bersuara.

Pasal Unjuk Rasa Tanpa Pemberitahuan (Pasal 256), Menggelar aksi massa secara spontan tanpa pemberitahuan kini dapat dipidana. Hal ini dinilai memberangus hak konstitusional untuk berkumpul.

Intervensi Ranah Privat (Pasal 411-412), Kriminalisasi terhadap perzinaan dan kohabitasi (hidup bersama tanpa nikatan sah) dianggap sebagai langkah negara yang terlalu jauh mencampuri urusan pribadi warga.

Pasal Living Law (Hukum yang Hidup), Pengakuan terhadap hukum adat non-tertulis dikhawatirkan memicu lahirnya peraturan daerah (Perda) yang diskriminatif terhadap kelompok minoritas atau perempuan.

Koalisi Masyarakat Sipil menilai pemberlakuan ini menunjukkan wajah otoritarianisme baru. Mereka menganggap banyak pasal yang disusun tidak transparan dan mengabaikan masukan publik selama masa transisi tiga tahun terakhir.

Di sisi lain, tantangan besar juga datang dari aparat penegak hukum. Pihak kepolisian menyatakan perlu adaptasi cepat agar penyidik tidak salah tafsir dalam menerapkan pasal-pasal baru tersebut di lapangan, guna menghindari “racun perkara” atau kriminalisasi yang salah sasaran.

  • Penulis: editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Datang JOMO: Tren Anak Muda 2026 yang Lebih Memilih “Absen” dari Hiruk Pikuk Digital

    Selamat Datang JOMO: Tren Anak Muda 2026 yang Lebih Memilih “Absen” dari Hiruk Pikuk Digital

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle admin linikini
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Lini Kini – Jika tahun-tahun sebelumnya istilah FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren menghantui keseharian Gen Z dan Milenial, kini kondisinya berbalik 180 derajat. Di awal tahun 2026, sebuah gerakan baru bernama JOMO (Joy of Missing Out) resmi menjadi gaya hidup pilihan anak muda di kota-kota besar Indonesia. JOMO adalah kondisi […]

  • Kejar Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Targetkan Akselerasi Belanja dan Investasi di Kuartal I-2026

    Kejar Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Targetkan Akselerasi Belanja dan Investasi di Kuartal I-2026

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle editor
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Lini Kini – Pemerintah Indonesia menetapkan target agresif untuk memulai tahun anggaran 2026. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga (K/L) wajib mengakselerasi realisasi belanja APBN sejak Kuartal I-2026 guna memberikan stimulus instan terhadap roda perekonomian nasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar […]

  • Presiden Venezuela Diringkus, Tuduhan Penyelundupan Narkotika Hingga Ambil Alih Cadangan Minyak Jadi Penyebab!

    Presiden Venezuela Diringkus, Tuduhan Penyelundupan Narkotika Hingga Ambil Alih Cadangan Minyak Jadi Penyebab!

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle editor
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Internasional – Dunia internasional dikejutkan oleh operasi militer skala besar yang diluncurkan Amerika Serikat ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Operasi yang diberi sandi “Operation Absolute Resolve” tersebut berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Menurut laporan saksi mata, suara ledakan keras dan pesawat yang terbang rendah terdengar di […]

  • Hello world!

    Hello world!

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle arthapostmediatama@gmail.com
    • visibility 50
    • 1Komentar

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

  • Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan 15.000 Unit Rumah di Aceh Tamiah

    Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan 15.000 Unit Rumah di Aceh Tamiah

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mengunjungi lokasi konstruksi rumah Danantara yang terletak di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada hari Kamis,(1/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kemajuan pembangunan tempat tinggal yang layak bagi warga yang terdampak bencana, sebagai bagian dari langkah pemulihan setelah kejadian bencana di area tersebut. Sesampainya di lokasi, Presiden Prabowo langsung memeriksa unit hunian dengan ukuran 4,5×4,5 meter yang telah dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk kenyamanan para penghuninya. Fasilitas ini mencakup tempat tidur, kipas angin, lemari, sambungan internet, serta listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penduduk. Hunian Danantara dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang […]

  • Malam Sunyi di Stasiun Manggarai: Menapak Tilas 80 Tahun Hijrahnya Ibukota ke Yogyakarta

    Malam Sunyi di Stasiun Manggarai: Menapak Tilas 80 Tahun Hijrahnya Ibukota ke Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle editor
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Lini Kini – Tanggal 4 Januari merupakan momen krusial dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Tepat 80 tahun yang lalu, pada 4 Januari 1946, sebuah kereta api luar biasa (KLB) meluncur perlahan meninggalkan Stasiun Manggarai di bawah selimut kegelapan malam. Di dalamnya, terdapat Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan para petinggi negara lainnya dalam misi rahasia: […]

expand_less